Tugas Kelompok
POTENSI DIRI,
MACAM-MACAM KECERDASAN
SERTA MINAT DAN
BAKAT
(
Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Pengembangan
Kepribadian )
Di
Susun Oleh :
Dwi Retno wati :
1211060215
Diki Eka Nur Yuliafip :
1211060124
Edi Rahmanda :
1211060067
Ema Fitriani : 1211060059
Kelas/semester :
Biologi A/IV
Dosen Pengampu :
Drs. H. Alinis ilyas, M.Ag
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan kita berbagai
macam nikmat, sehingga aktivitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa
keberkahan, baik kehidupan dialam dunia ini lebih-lebih lagi pada kehidupan
akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai
menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima
kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada dosen, serta teman-teman
sekalian yang telah membantu bantuan berupa moril maupun materil, sehingga
makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Kami
menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
serta banyak kekurangaannya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal
pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadang kala
hanya menuruti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik
dan saran yang bersifst membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makalah
kami dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari
penyusunan makalah ini ialah mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh
manfaat baik untuk pribadi, teman-teman serta orang lain yang ingin mengambil atau menyemurnakan lagi
atau mengambil hikmah dari judul ini POTENSI
DIRI, MACAM-MACAM KECERDASAN SERTA MINAT DAN BAKAT sebagai tambahan dalam menambah referensi yang
telah ada.
Bandar Lmpung,
12 Juni 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
KATA PENGANTAR...................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A. Latar Belakang........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................... 2
C. Tujuan Makalah....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
A. Pengembangan Diri................................................................................. 3
B. Potensi Diri.............................................................................................. 5
a.
Pengertian Potensi Diri ...................................................................... 5
b.
Macam- Macam Potensi Diri............................................................... 6
c.
Cara Mengembangkan Potensi Diri.................................................... 7
C. Kecerdasan ............................................................................................. 8
a.
Pengertian Kecerdasan...................................................................... 8
b.
Teori Kecerdasan............................................................................... 8
c.
Kecerdasan Menurut Howard Gradner’s Theory.............................. 9
d.
Alat Ukur Kecerdasan....................................................................... 11
e.
Indikasi Kecerdasan.......................................................................... 12
D. Minat dan Bakat ..................................................................................... 14
a.
Minat................................................................................................. 14
b.
Bakat ................................................................................................ 16
BAB III PENUTUP.......................................................................................... 19
A. Kesimpulan.............................................................................................. 19
B. Saran........................................................................................................ 20
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Potensi,
bakat, dan minat merupakan modal yang dimiliki setiap individu untuk dapat
mencapai apa yang diinginkannya. Karena faktor itu pula seseirang menjadi
dirinya sendiri. Potensi yang merupakan kemampuan yang mempunyai kemungkinan
untuk dikembangkan menjadi kan manusia selalu ingin berkembang. Bakat yang
merupakan merupakan suatu kemampuan lebih yang ada pada diri manusia akan
membuat manusia tersebut menjadi apa yang diinginkan dengan melatih bakat
tersebut. Adapun minat yang merupakan sesuatu yang benar-benar diinginkan oleh
seseorang. Ketiga hal ini yang ada pada setiap individu yang merupakan
pemberian atau bawaan dari lahirnya. Permasalahnnya sekarang adalah, apakah
kita telah melakukan hal-hal yang menopang potensi, bakat, dan minat kita untuk
berkembang atau belum.
Kecerdasan ialah
istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup
sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan
masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar.
Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh
individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa
disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan
usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.
Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus,
kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau
kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam
kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau
kapasitas mental dalam berpikir.
Penulis
dalam makalah ini akan menulis tentang pengembangan potensi, bakat, dan minat
melalui pengembangan diri. Dalam makalah ini akan penulis cantumkan beberapa
hal terkait pengembangan diri antara lain; landasan, pengertian, tujuan, ruang
lingkup, dan bentuk-bentuk pelaksanaannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
letar belakang di atas, maka perlu adanya beberapa hal yang menjati titik tekan
dalam pembahasan ini. Karena itu penulis menuliskan beberapa rumusan masalah
sebagai berikut.
1. Apakah pengertian potensi diri?
2. Apa saja Macam – macam kecerdasan
menurut teori dari Howard Gardner ?
3. Bagaimana pentingnya minat dan bakat
dalam penentuan karier dimasa depan ?
C. Tujuan Makalah
Meneyesuaikan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembahasan
dalam makalah ini adalah.
1.
Untuk
mendeskripsikan pengertian potensi diri
2.
Untuk mengetahui landasan pengembangan diri.
3.
Untuk
mengetahui macam- macam kecerdasan
4.
Memahami
pentingnya minat dan bakat dlam penentuan karier dimasa depan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengembangan Diri
Pengembangan
diri merupakan kegiatan pendidikan di luar kegiatan mata pelajaran sebagai
bagian integral dari kurikulum sekolah atau madrasah. Kegiatan pengembangan
diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang
dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi
dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan
ekstra kurikuler. Di samping itu, untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan
diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan
kreativitas dan karir. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling
menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta
didik.
Melihat
pengertian di atas, menurut hemat penulis, pengembangan diri ini dimaksudkan
untuk memposisikan individu sebagaimana yang dikehendaki individu tersebut
dengan melihat bakat dan minat yang dimilikinya supaya menjadi pribadi yang
sempurna. Di setiap sekolah yang memiliki visi dan misi tersendiri tentu akan
mengarahkan peserta didiknya untuk mencapai apa yang menjadi impian sekolah
tersebut. Hal ini tentu berbeda antara sekolah yang satu dengan lainnya,
sehingga dalam perencaan dalam melakukan pengembangan diri pun akan
berbeda. Namun jika yang menjadi tujuan dari pengembangan diri ini adalah
untuk mencapai apa yang dikehendaki oleh sekolah tersebut sepertinya kurang
bijak, karena setiap peserta didik memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda.
Kegiatan
pengembangan diri berupa palayanan konseling difasilitasi dan dilaksanakan oleh
konselor, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan
atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya.
Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan
kegiatan ekstra kurikuler dapat mengembangakan kompetensi dan kebiasaan dalam
kehidupan sehari-hari peserta didik.
Dalah
hal ini, orang tua juga diharapkan memperhatikan minat dan bakat anaknya
sehingga tidak salah mengambil keputusan untuk anaknya. Pandangan yang bijak
menurut penulis adalah dengan membiarkan anak memilih sendiri apa yang
diinginkannya. Contohnya dalam memilih jurusan bagi calon mahasiswa baru,
hendaknya ia dibebaskan untuk mengambil apa yang menjadi minat dan
ketertarikannya. Sehingga nanti pengembangan diri dari anak tersebut menjadi
lebih mudah dan matang.
Tujuan
umum pengembangan diri adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi,
bakat, minat, kondisi, dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan
kondisi sekolah atau madrasah.
Adapun
tujuan khusus pengembangan diri adalah menunjang pendidikan peserta didik untuk
mengembangkan beberapa hal, antara lain: (1) bakat, (2) minat, (3)
kreativitas, (4) kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, (5) kemampuan
kehidupan keagamaan, (6) kemampuan sosial, (7) kemampuan belajar, (8) wawasan
dan perencanaan karir, (9) kemampuan pemecahan masalah, dan (10) kemandirian.
Pada
dasarnya tujuan dari pengembangan diri ini adalah satu yaitu menjadi manusia
yang apa adanya. Apa adanya di sini adalah sebagai manusia yang menempatkan
segala sesuatu pada tempatnya. Sehingga manusia itu tidak berbuat dholim kepada
dirinya sendiri dan orang lain.
B. Potensi diri
a.
Pengertian Potensi diri
Setiap individu
memiliki potensi diri,dan tentu berbeda setiap apa yang dimiliki antara satu
orang dengan oarang lain. Potensi diri dibedaan menjadi dua bentuk yaitu potensi
fisik dan potensi mental atau psikis. Potensi fisik yang dimaksud
dalam kesempatan kali ini adalah menyangkut dengan kesdaan dan kesehatan tubuh
,wajah, dan ketahanan tubuh,sedangkan potensi psikis berhubungan dengan
IQ(Intelegensi Quotient),EQ ( Emotional Quotient), AQ ( Addversity quotient)
dan SQ ( Spiritual Quotient ).
Potensi diri adalah
kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental
yang dimiliki seseorang dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila
dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik,sedangkan diri
adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik, prilaku dan psikologis
yang dimiliki.
Kekhasan potensi diri
yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri
dan konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih
didalam hidupnya kelak. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dalam konstek
potensi diri adalah jika terolah dengan baik akan memperkembangkan baik secara
fisik maaupun mental. Aspek diri yang dimiliki seseorang yang patut untuk
diperkembangkan antara lain:
a. Diri fisik
:meliputi tubuh dan anggotanya besrta prosesnya.
b.
Proses diri: merupakan alur atau arus pikiran,emosi dan tingkah laku yang
konstan.
c.
Diri sosial : adalah bentuk fikiran dan perilaku yang diadopsi saat merespon
orang lain dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
d.
Konsep diri: adalah gambaran mental atau keseluruhan pandangan seseorang
tentang dirinya.
Potensi pada diri
manusia merupakan salah satu pembeda antara individu yang satu dengan lainnya.
Adapun potensi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai: 1) kemampuan dasar,
seperti tingkat intelegensia, logika, kemampuan abstraksi dan daya tangkap; 2)
sikap kerja, seperti ketekunan, ketelitian, tempo kerja dan daya tahan terhadap
stres; 3) kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta
kebiasaan seseorang, baik yang jasmaniah, mental, rohani, emosional maupun
sosial, yang semuanya telah ditata dalam cara khas dibawah aneka pengaruh dari
luar. Beberapa contoh potensi diri manusia tersebut antara lain kejujuran,
keimanan, kesetiaan, kerapian, ketegasan, kematangan, kedewasaan, kecerdikan,
kebijakan, keramahtamahan dan sebagainya.
b.
Macam-macam potensi diri
Secara umum, manusia
memiliki potensi diri yang dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
1.
Potensi Fisik (Phychomotoric)
Potensi diri ini dapat diberdayakan
sesuai fungsinya untuk saling membagi kepentingan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Contohnya hidung untuk mencium bau, tangan untuk menulis, kaki untuk
berjalan, telinga untuk mendengar, dan mata untuk melihat.
2.
Potensi Mental Intelektual (Intellectual
Quotient)
Potensi diri ini adalah potensi
kecerdasan yang terdapat di otak manusia (terutama otak bagian kiri). Fungsi
dari potensi ini yaitu untuk merencanakan sesuatu, menghitung dan menganalisis.
3.
Potensi Sosial Emosional (Emotional
Quotient)
Potensi diri ini sama dengan potensi
mental intelektual, tetapi potensi ini terdapat di otak manusia bagian kanan.
Fungsinya yaitu untuk bertanggung jawab, mengendalikan amarah,
motivasi, dan kesadaran diri.
4. Potensi Mental
Spiritual (Spiritual Quotient)
Potensi
ini merupakan potensi kecerdasan yang berasal dari dalam diri manusia yang
berhubungan dengan kesadaran jiwa, bukan hanya untuk mengetahui norma, tapi
untuk menemukan norma.
5.
Potensi Daya Juang (Adversity
Quetient)
Sama seperti potensi mental spiritual,
potensi daya juang juga berasal dari dalam diri manusia dan berhubungan dengan
keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang tinggi.
c.
Cara-cara mengembangkan potensi diri
Jika berbicara tentang potensi diri, maka harus kembali pada
masing-masing individu. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Dari kekurangan pada masing-masing individu tersebut perlu
dikembangkan potensi yang ada dalam diri untuk menutupi kekurangan tersebut.
Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mengembangkan
potensi diri adalah sebagai berikut.
1.
Setiap kegiatan harus diawali dengan niat
2.
Harus selalu berfikir positif dalam setiap hal
3.
Harus memiliki komintmen
4.
Jangan mengganggap remeh orang lain
5.
Mencerna selaga saran, kritik & masukan yang bersifat membangun dari orang
lain
6.
Konsisten terhadap apa yang kita lakukan
7.
Yakin lah bahwa kita pasti bisa
C.
Kecerdasan
a.
Pengertian Kecerdasan
Kecerdasan ialah
istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup
sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan
masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar.
Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh
individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa
disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan
usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.
Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus,
kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau
kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam
kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau
kapasitas mental dalam berpikir.
b.
Teori Kecerdasan
Menurut Alfred Binet
(1857-1911) kecerdasan intelektual adalah kecerdasan dilihat hanya dari sisi
kekuatan verbal dan logika seseorang yang menganut konsep eugenic yaitu
berdasarkan faktor keturunan dan akhirnya cenderung dapat dinilai dengan angka
konstan.
Salovey dan Mayer
mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai,
“himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau
perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah
semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.”
Menurut Goleman,
kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya
dengan inteligensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya, melalui
keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan
keterampilan sosial.
Stephen R. Covey
adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain, karena dia menjadi
sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya.
Zohar dan Marshal
mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan
memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan
perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan
untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari
pada yang lain.
c.
Kecerdasan menurut Howard Gradner’s
Theory
9
Macam
Kecerdasan Menurut Howard Gardner
1. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence)
Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara
oral maupun secara tertulis contohnya pencipta puisi, editor, jurnalis,
dramawan, sastrawan, orator Tokoh terkenal seperti : Sukarno, Paus Yohanes
Paulus II, Winston Churhill.
2. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mthematical
intelligence)
Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika . Jalan pikiran
bernalar dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat .
contohnya matematikus, programer, logikus.Tokoh terkenal seperti : Einstein
(ahli fisika), Habibie (ahli pesawat)
3. Kecerdasan ruang(Spatial intelligence)
Kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat dan kemampuan untuk
mengenal bentuk dan benda secara tepat serta mempunyai daya imaginasi secara
tepat.
contohnya pemburu, arsitek, dekorator. Tokoh terkenal seperti Sidharta
(pemahat), Pablo Pacasso (pelukis)
4. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily- kinesthetic
intelligence)
Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan
perasaan .
contohnya aktor, atlet, penari ahli bedah. Tokoh terkenal seperti : Charlie
Chaplin (pemain pantonim yang ulung), Steven Seagal (actor)
5. Kecerdasan musikal (Musical intelligence)
Kemampuan untuk mengembangkan , mengekspresikan dan menikmati bentuk – bentuk
musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan
memainkan alat musik.
contohnya komponis .Tokoh terkenal seperti Beethoven, Mozart.
6. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal
intelligence)
Kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan , intensi,
motivasi, watak, temperamen orang lain.
Kemampuan yang menonjol dalam berelasi dan berkomunikasi dengan berbagai
orang.
contohnya komunikator, fasilitator. Tokoh terkenal Mahatma Gandhi (tokoh
perdamaian India), Ibu Teresa (Pejuang kaum miskin)
7. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal
intelligence)
Kemampuan berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk
bertindak secara adaptif berdasar pengalaman diri serta mampu berefleksi dan
keseimbangan diri, kesadaran tinggi akan gagasan – gagasan . Mereka mudah
berkonsentrasi dengan baik, suka bekerja sendiri dan cenderung pendiam
contohnya para pendoa batin.
8. Kecerdasan lingkungan/aturalis (Naturalist
intlligence)
Kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal
tanaman dan binatang dengan baik.
Tokoh terkenal Charles Darwin
9. Kecerdasan eksistensial (Exixtential
intlligence)
Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan
– persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia.
contohnya persoalan mengapa ada, apa makna hidup ini. Tokoh terkenal seperti
Plato, Sokrates, Thomas Aquina.
Menurut Wechler ada beberapa faktor yang mempengaruhi
kecerdasan adalah Biologis, Lingkungan, Budaya, Bahasa dan Masalah etika. Berdasarkan
teori yang dicetuskan oleh Alferd Binet faktor keturunan juga sangat
mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.
d.
Alat Ukur Kecerdasan
Pengukuran taraf
kecerdasan Salah satu uji kecerdasan yang diterima luas ialah berdasarkan pada
uji psikometrik atau IQ. Pengukuran kecerdasan dilakukan dengan menggunakan tes
tertulis atau tes tampilan (performance test) atau saat ini berkembang
pengukuran dengan alat bantu komputer. Alat uji kecerdasan yang biasa di
pergunakan adalah :
·
Stanford-Binnet intelligence scale
·
Wechsler scales yang terbagi menjadi
beberapa turunan alat uji seperti :
WB (untuk dewasa)
WAIS (untuk dewasa
versi lebih baru)
WISC (untuk anak usia
sekolah)
WPPSI (untuk anak pra
sekolah)
·
IST
·
TIKI (alat uji kecerdasan Khas
Indonesia)
·
FRT
e. Indikasi
kecerdasan kenabian
1.
Adversity
Intelligence
Kemampuan
yang terpadu antara jiwa dan fisik (psikomotorik). Dengan kecerdasan ini
seseorang akan terhindar dari sikap berputus asa, pengecut, mudah menyerah,
tidak bisa menerima apa adanya, takut miskin, malas, berburuk sangka.
2.
Kecerdasan
Intelektual
Menurut Alfred Binet (1857-1911)
kecerdasan intelektual adalah kecerdasan dilihat hanya dari sisi kekuatan
verbal dan logika seseorang yang Menganut konsep eugenic artinya pengendalian
sistematis dari keturunan dan akhirnya cenderung dapat dinilai dengan angka
konstan.
3. Kecerdasan Emosional
Beberapa tokoh mengemukakan tentang
teori kecerdasan emosional antara lain, Mayer & Salovey dan Daniel Goleman.
Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut
EQ sebagai, “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan
memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain,
memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran
dan tindakan.”. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat
menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur
suasana hati.
4. Kecerdasan Spiritual
Sementara itu, kecerdasan spiritual
menurut Stephen R. Covey adalah pusat paling mendasar di antara
kecerdasan yang lain, karena dia menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan
lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan akan makna dan hubungan dengan
yang tak terbatas (Tuhan).
5. Kecerdasan Linguistik : Word Smart
Adalah kecerdasan menggunakan kata-kata
secara efektif. Kecerdasan ini sangat berguna bagi para penulis, aktor,
pelawak, selebriti, radio dan para pembicara hebat. Kecerdasan juga membantu
kesuksesan kariernya di bidang pemasaran dan politik.
6. Kecerdasan Logis- Matematis : Number Smart
Kecerdasan yang satu ini adalah
ketrampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika dan akal sehat. Ini
adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan untuk membuat hipotesa dan dengan
tekun mengujinya dengan eksperimen. Ini juga kecerdasan yang digunakan oleh
Akuntan pajak, pemrogaman komputer dan ahli matematika.
7. Kecerdasan Spasial : Picture Smart
Ini adalah kecerdasan gambar dan
bervisualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk menvisualisasikan
gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk 2 atau 3
dimensi. Seniman atau pemahat serta pelukis memiliki kecerdasan ini dalam
tingkat tinggi.
8. Kecerdasan Kinestetik- Jasmani : Body Smart
Kecerdasan
jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim
aktor) dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kay, ahli bedah)
9. Kecerdasan Musikal: Music Smart
Kecerdasan musical melibatkan kemampuan
menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan irama atau
sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini
mencakup para diva dan virtuoso piano di dunia seni dan budaya.
10. Kecerdasan Antar Pribadi: People Smart
Kecedasan ini melibatkan kemampuan
untuk memahami dan bekerj untuk orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak
hal, mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin, dan kemampuan mengorganisir
orang lain.
11. Kecerdasan Intra Pribadi: Self Smart
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan
untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri
kita sendiri. Kecerdasan ini sangat penting bagi para wira usahawan dan
individu lain yang harus memiliki persyaratan disiplin diri, keyakinan, dan
pengetahuan diri untuk mengetahui bidang atau bisnis baru.
12. Kecerdasan
Naturalis:
Nature Smart
Kecerdasan naturalis melibatkan
kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita: Bunga, burung,
pohon, hewan serta flora dan fauna lainny. Kecerdasan ini dibutuhkan di banyak
profesi seperti ahli biologi, penjaga hutan, dokter, hewan dan holtikulturalis.
D.
Minat dan bakat
a.
Minat
Minat mempunyai
peranan penting bila dikaitkan dalam lembaga dan kurikulum pembelajarannya,
karena minat mempunyai kecenderungan pada siswa untuk aktif dan respon terhadap
sasarannya. Apabila sebuah kurikulum pembelajaran sekolah sudah tidak diminati,
maka siswa akan cenderung pasif dan tidak memperdulikan segala usaha yang
telah dilakukan oleh sekolah tersebut, sebalikanya jika kurikulum yang
dilaksanakan diminati oleh siswa, maka siswa akan cenderung melakukan kegiatan
yang berguna dan berjalan sesuai apa yang diharapkan oleh sekolah.
Minat secara bahasa diartikan
dengan kesukaan, kecenderungan hati terhadap suatu keinginan. Sedangkan arti
minat menurut istilah diartikan oleh sebagian tokoh sebagai berikut : Menurut Slamito,
minat adalah suatu perasaan cenderung lebih cenderung atau suka kepada
sesuatu hak atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh.
Menurut Mahfud Shalahuddin, mengemukakan minat secara sederhana, minat
adalah perhatian yang mengandung unsur- unsur perasaan. Andi Mappiare
berpendapat bahwa, minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu
campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka takut atau kecenderungan-
kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.
Dari pemaparan
mengenai definisi-definisi minat diatas dapat disimpulkan bahwa, minat adalah gejala
psikis yang muncul dalam diri seseorang dan direalisasikan dengan perasaan
senang dan menimbulkan perhatian yang khusus terhadap sasaran, sehingga
seseorang cenderung berupaya untuk mencapai sasaran tersebut. Jadi untuk
melihat reaksi dari gejala psikis tersebut dapat di pastikan dari sikap,
prilaku, atau motivasi yang dimiliki oleh seseorang dalam beraktifitas.
Minat mempengaruhi
proses dan hasil belajar anak didik, karena itu guru berkewajiban untuk
menumbuhkan minat belajar siswanya. Yang dapat dilakukan guru adalah sebagai
berikut:
1.
Memahami kebutuhan anak didik dan berupaya melayani kebutuhan mereka.
2.
Jangan memaksa anak didik untuk tunduk pada kemauan guru
3.
Memberikan informasi pada anak didik mengenai hubungan antara suatu bahan
pengajaran yang akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu.
4.
Menjelaskan kegunaan materi pelajaran untuk masa yang akan datang.
5.
Menghubungkan materi pelajaran dengan peristiwa yang kontektual.
Minat yang muncul
dalam pikologis siswa merupakan sebuah gejala, sehingga munculnya minat
tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor yang menjadi penyebabnya. Faktor
tersebut diantaraya; (a). Faktor Individu dan (b). Faktor Sosial.
1.
Faktor individu
Merupakan pengaruh
yang muncul dalam diri siswa secara alami, misalnya diakibatkan karena ;
kematangan, kecerdasan, latihan, motivasi dan sifat pribadi. Setiap
individu mempunyai tingkat kematangan serta kecerdasan yang berbeda sehingga
minat yang muncul juga tidak sama antara individu satu dengan yang lain.
Misalnya, seseorang yang mempunyai kecerdasan dibidang mata pelajaran ekonomi
maka akan cenderung melakukan aktifitas dibidang kerja atau koperasi.
Sebaliknya sesorang yang mempunyai kecerdasan dibidang perikanan maka akan
cenderung melakukan aktivitas di sawah/tambak.
2.
Faktor sosial
Merupakan pengaruh
yang muncul diluar individu, misalnya diakibatkan karena kondisi keluarga,
lingkungan, pendidikan dan motivasi sosial. Minat yang dipengaruhi oleh faktor
sosial misalnya; ketika siswa hidup dalam masyarakat yang kesehariannya
bersentuhan dengan padi (mayoritar petani padi), maka siswa cenderung ingin
tahu dan mengenal kegiatan tersebut karena merasa menjadi bagian darinya,
sebaliknya jika kesehariannya bersentuhan dengan ikan (mayoritar pekerja
tambak), maka siswa cenderung ingin tahu dan mengenal lebih dalam mengenai
perikanan.
Jadi, Peran minat
sangat besar jika dikaitkan dalam pelaksanaan pembelajaran, karena dengan
adanya minat siswa untuk belajar, proses pembelajaran akan dapat efektif. Jika
murid telah berminat dalam kegiatan belajar mengajar, maka hampir dapat
dipastikan proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik dan hasil belajar
juga optimal.
b.
Bakat
Bakat atau aptitude
merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu
bidang atau kemampuan tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang bahasa
sedang yang lain dalam matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya
dalam sejarah, dan sebagainya.
Banyak para ahli
mengemukakan tentang definisi bakat. Diantaranya adalah menurut W. B Michael
bakat merupakan suatu kapasitas atau potensi yang belum dipengaruhi oleh
pengalaman atau belajar, bakat berkenaan dengan kemungkinan menguasai sesuatu pola
tingkah laku dalam aspek kehidupan tertentu.
Guillford memberikan
definisi sedikit berbeda, menurutnya bakat banyak sekali, sebanyak perbuatan
atau aktivitas individu. Ada tiga komponen dari bakat menurut Guillford, yaitu
komponen: Intelektual, perseptual dan psikomotor. Komponen intelektual terdiri
atas beberapa aspek, yaitu aspek pengenalan, ingatan, dan evaluasi. Komponen
perseptual juga meliputi beberapa aspek, yaitu pemusatan perhatian,
ketajaman indra, orientasi ruang dan waktu, keluasan dan dan kecepatan
mempersepsi. Komponen psikomotor terdiri atas aspek-aspek rangsangan,
kekuatan dan kecepatan gerak, ketepatan, koordinasi gerak dan kelenturan.
Bakat dapat diartikan
sebagi kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan
atau dilatih. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan
sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu
tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan
pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat memungkinkan
seseorang mencapai prestasi tertentu dalam bidang tertentu. Akan tetapi
diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar
dapat tersebut dapat terwujud. Misalnya seseorang memiliki bakat menggambar,
jika ia tidak pernah diberi kesempatan untuk mengembangkan, maka bakat tersebut
tidak akan tampak. Jika orang tuanya menyadari bahwa ia mempunyai bakat
menggambar dan mengusahakan agar ia dapat pengalaman yang sebaik-baiknya untuk mengembangkan
bakatnya, dan anak itu juga menunjukkan minat yang besar untuk mengikuti
pendidikan menggambar, maka ia akan dapat mencapai prestasi unggul untuk bidang
tersebut.
Dalam kehidupan di
sekolah sering tampak bahwa seseorang yang bakat dalam olah raga, umumnya
prestasi mata pelajarannya juga baik, tetapi sebaliknya dapat terjadi prestasi
semua mata pelajarannya tidak baik. Keunggulan dalam salah satu bidang apakah
bidang sastra, seni atau matematika, merupakan hasil interaksi dari bakat yang
dibawa sejak lahir dan faktor lingkungan yang menunjang, termasuk minat dan
motivasi.
Adapun sebab atau
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat pada anak terletak pada anak
itu sendiri dan lingkungan.
1)
anak itu sendiri. Misalnya anak tersebut tidak atau kurang berminat untuk
mengembangakn bakat-bakat yang ia miliki, atau kurang termotivasi untuk
mencapai prestasi yang tinggi, atau mungkin pula mempunyai kesulitan atau
masalah pribadi sehingga ia mengalami hambatan dalam pengembangan diri dan berprestasi
sesuai dengan bakatnya.
2)
Lingkungana anak. Misalnya orang tua si anak kurang mampu untuk menyediakan
kesempatan dan sarana pendidikan yang ia butuhkan, atau ekonominya cukup tinggi
tetapi kurang memberi perhatian terhadap pendidikan anak.
Pada dasarnya setiap
orang memiliki bakat-bakat tertentu. Dua anak bisa sama-sama mempunyai bakat
melukis, tetapi yang satu lebih menonjol daripada yang lain bahkan saudara
sekandung dalam satu keluarga bisa memiliki bakat yang berbeda-beda. Anak yang
satu berbakat untuk bekerja dengan angka-angka, anak yang lain dalam bidang
olah raga, serta yang lainnya lagi berbakat menulis (mengarang).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengembangan
diri merupakan kegiatan pendidikan di luar kegiatan mata pelajaran sebagai
bagian integral dari kurikulum sekolah atau madrasah. Kegiatan pengembangan
diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang
dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi
dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan
ekstra kurikuler.
Potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki
oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan mempunyai
kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang
baik,sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,
prilaku dan psikologis yang dimiliki.
Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk
menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan
menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan,
menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan
kognitif yang dimiliki oleh individu.
Minat secara bahasa diartikan dengan kesukaan, kecenderungan
hati terhadap suatu keinginan. Bakat atau aptitude merupakan kecakapan
potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu bidang atau
kemampuan tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang bahasa sedang yang
lain dalam matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya dalam sejarah,
dan sebagainya.
B.
Saran
Saran
dan kritik dari pembaca sungguh penulis harapkan dalam pembahasan ini. Penulis
menyadari kekurangan penulis sehingga makalah ini masih jauh dari sempurna.
Sejauh kejian penulis, dalam pembahasan ini, penulis belum menemukan cara-cara
yang dapat digunakan untuk mengembangkan diri dari pandangan Islam. Oleh karena
itu, inilah tugas para pembaca sebagai ilmuan untuk mencari dan merumuskan hal
tersebut. Akhirnya semoga kemanfaatan diberikan untuk kita semua dari tulisan
yang singkat ini. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Atkinso, Rita L.
1999. Pengantar Psikologi . Jakarta :
Interaksara
Hartono, Ny. B. Agung
dan Sunarto. Perkembangan Peserta Didik. 2006. Jakarta: Rineka Cipta
Hutagalung, Inge.
2007 . PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN; Tinjuan
Praktis Menuju Pribadi Positif. Jakarta : PT. Macanan Jaya Cemerlang
Mujib, Abdul. 2005. Kepribadian dalam Psikologi Islam.
Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Sukmadinata, Nana
Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. 2005. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Sunarto dan B. Agung Hartono. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Rineka Cipta
Suryabrata ,Sumadi.
1982. Psikologi Kepribadian. Jakarta
: PT RajaGrafindo Persada
Tim Pustaka Yustisia. 2007. Panduan Lengkap KTSP. Yogyakarta:
Pustaka Yustisia
Zalyana. Psikologi
Pembelajaran Bahasa Arab. 2010. Pekanbaru: Al-Mujtahadah Press.
.Tim Pustaka Yustisia, Panduan Lengkap KTSP,
(Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2007), hal. 207
. Zalyana,
Psikologi Pembelajaran Bahasa Arab
(Pekanbaru: Al-Mujtahadah Press, 2010) hlm. 196
. Shaleh,
Abdul Rahman. Psikologi. (Jakarta: Kencana. 2008. ) hlm 195
. Sunarto dan Ny. B. Agung Hartono, Perkembangan Peserta Didik (Jakarta: Rineka Cipta, 2006) hlm. 122